Bila ditelisik lebih jauh, dunia hacker memang sangat menarik untuk
diselami, apalagi bila tahu kalau mereka ternyata masih berusia sangat
belia, dan kebanyakan di antaranya masih duduk di bangku SMP dan SMA.
Muhammad
Isfahani misalnya, owner & founder di Teknik Komputer Jaringan
Seluruh Indonesia, mengaku belajar seputar hacking sejak kelas 2 SMP,
tetapi sudah belajar bahasa pemrograman komputer sejak kelas 4 SD.
Isfahani
yang memiliki nama dunia maya zp3nz4s itu mengaku sangat tertarik
meng-exploit website dan exploit database, meski tak mau disebut hacker.
"Kemarin saya sempat ditantang untuk hack website pengelolaan data
negara Turki," katanya.
CEO dan programmer di Spensav Antivirus
itu juga mengungkapkan terdapat dua macam hacker, yaitu hacker hitam
atau black hat dan hacker putih atau white hat. Umumnya, white hat tidak
mau disebut hacker, mereka lebih suka disebut programmer.
Komunitas
White Hat biasanya untuk membantu website-website agar memunculkan
peringatan bahwa website tersebut memiliki bug, sedangkan Black Hat,
adalah sebuah komunitas hacker yang berfokus hanya ingin menaikkan
popularitas nama.
Isfahani yang masih duduk di bangku SMK Al
Muhajirin Depok itu mengaku kesehariannya seperti anak SMA lainnya,
tetap sekolah meski sering terlambat ke sekolah gara-gara begadang.
"Kalau
level-levelan kayaknya gak ada, karena mayoritas hacker-hacker di
Indonesia menganggap kita sama semua, nggak ada istilah mastah/newbie,"
tuturnya.
Obsesi Isfahani sendiri adalah ingin mengamankan
website-website Indonesia dan dari komunitasnya sendiri, ingin mendeface
website-website yang berkonten pornografi, spam, phising, virus,
perjudian, dan lainnya.
"Namun, banyak juga anak Indonesia yang
bisa hacking malah disalahgunakan untuk hack website-website Indonesia
untuk menjadikan dia 'TERKENAL' dan saya pun kemarin dengar kabar, kalau
dia hack web indonesia cuma ingin masuk TV," katanya.
[Sumber]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar