Senin, 31 Desember 2018

[VIDEO] 5 Kejadian Mengejutkan di Indonesia Sepanjang Tahun 2018

Illustrasi kehancuran akibat bencana alam
Tahun 2018 tinggal menghitung hari. Sebentar lagi, miliaran penduduk dunia akan menyambut tahun baru dan meninggalkan tahun 2017 dengan sejuta kenangan. Jika ditarik ke belakang, ada banyak kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi sepanjang tahun. Tak hanya itu, momen-momen menyedihkan, bahagia, haru dan lainnya telah dirasa, termasuk kejadian-kejadin mengejutkan lainnya:

1. Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Pesawat Lion Air saat jatuh di Bali
Pesawat Lion Air JT 610 jatuh pada Senin 29 Oktober 2018, pesawat ini berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang, dengan membawa 181 penumpang. Kemudian pesawat tersebut mengalami hilang kontak pada pukul 06.33 pagi WIB.

Pesawat dinyatakan jatuh setelah 13 menit mengudara diperaian Karawang, meskipun sempat meminta putar balik ke Bandara Soekarno-Hatta. Seluruh penumpang dinyatakan meninggal, 125 jenazah korban berhasil ditemukan.

Pesawat diperkirakan jatuh dengan keadaan menukik tajam kebawah menghantam laut yang berkedalaman sekitar 35 meter, sempat dikatakan pesawat tak layar terbang, Menteri Perhubungan menyatakan pesawat masih layah terbang. Black Box ditemukan pada 1 November 2018 pada kedalaman 30 meter.

2. Gempa Lombok

Reruntuhan bangungan akibat gempa Lombok
Gempa berkekuatan magnitudo 7 mengguncang lombok pada 5 Agustus 2018. Ini merupakan gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. Pusat gempa berada di 18 km barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dengan kedalaman 32 km. Info terakhir mengatakan 560 orang meninggal akibat gempa tersebut, 1.469 orang luka-luka, dan setidaknya ada 396.032 lainnya mengungsi.

Angka kerugian akibat gempa diperkirakan mencapai Rp 7,45 triliun. Gempa juga mengakibatkan ratusan sekolah hancur, sehingga para siswa di Lombok pun terpaksa bersekolah di tenda-tenda darurat. Ribuan gempa susulan dengan intensitas lebih kecil terus mengguncang lombok hingga Desember 2018 ini.

3. Gempa dan Tsunami Palu

Jembatan Ponulele yang ambruk akibat gempa Palu
Gempa 7,7 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 28 september 2018. Gempa ini menimbulkan tsunami yang menerjang Palu. Pada pukul 18.02 WITA, bencana terjadi. Tanah tiba-tiba berguncang kuat, jalan-jalan terbelah, dan bangunan-bangunan ambruk, Jembatan Ponulele yang menghubungkan Palu Timur dan Palu Baratpun tak luput dari bencana ini.

Korban tewas akibat gempa dan tsunami Palu tercatat hingga 2.113 orang, luka-luka 4.612 orang, dan pengungsi mencapai 223.751 orang. Ratusan gempa susulan terus terjadi, hal ini karena wilayah Indonesia sangat berpotensi terjadi gempa bumi karena posisinya yang berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Eurasia, Indoaustralia dan Pasifik.

Setelah gempa dan tsunami melanda, ada fenomena lain yang terjadi, yaitu likuifaksi. Likuifaksi berlangsung pada tanah berpasir yang mudah terendam air, seperti tanah di Kota Palu yang dekat dengan laut. Guncangan yang ditimbulkan gempa menyebabkan tanah kehilangan ikatan sehingga melarut seperti air dan mengalir, membawa bangunan dan kendaraan di atasnya ikut serta.

4. 'Sinkhole' Surabaya

Jalan Raya Gubeng Surabaya mendadak ambles 
Pada 18 Desember 2018, jalan Raya Gubeng Surabaya mendadak ambles dan membentuk lubang raksasa sedalam hampir 15 meter. Kejadian ini memutus seluruh akses jalan Raya Gubeng. Aliran listrik di kawasan itu seketika padam karena jaringan putus.

Fenomena tanah ambles yang terjadi di Surabaya tersebut dikenal juga sebagai sinkholes, yaitu sebuah kejadian depresi atau turunnya permukaan tanah secara alami dan berbentuk bulatan pada daerah karst atau berkapur.

Selain akibat alam, aktivitas manusia juga diketahui menjadi salah satu penyebab terjadinya sinkhole. Beberapa faktor yang berhubungan dengan manusia berikut ini juga dapat menyebabkan sinkhole, seperti: pengeboran dan getaran yang disebabkannya, penambangan, perubahan berat yang berlebihan, terlalu banyaknya lalu lintas kendaraan dll.

Namun menurut Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII), amblasnya tanah di Jalan Gubeng Raya bukan sebagai fenomena sinkhole. Menurutnya, amblasnya tanah di sana terjadi karena faktor kurangnya kehati-hatian dalam manajemen air di kontruksi pembangunan basement dan adanya kelalaian  keamanan kontruksi saat pembangunan. Dan pada 23 Desember 2018 jalan sudah tersambung meski masih menggunakan pasir dan belum sepenuhnya selesai.

5. Tsunami Selat Sunda

Letusan Gunung Anak Krakatau
Tsunami Selat Sunda terjadi pada 22 Desember 2018, fenomena ini merupakan kejadian yang tidak biasa (lazim) karena bencana tsunami ini tanpa didahului dengan gempa bumi. Menurut BMKG Gunung Anak Krakatau ditengarai sebagai penyebab dari tsunami yang melanda pesisir pantai Banten dan Lampung.

Hal ini terjadi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan longsor bawah laut, sehingga menciptakan gelombang tsunami setinggi 2-3 meter. Sejumlah ilmuwan dunia memperingatkan bahwa tsunami lain dapat melanda Indonesia. Peringatan itu muncul merujuk pada peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang bergejolak tidak stabil, disebut bakal terus memicu longsor di bawah permukaan air laut.

Hal yang cukup disayangkan adalah karena tidak adanya peringatan dini terkait tsunami Selat Sunda, karena alat yang dimiliki oleh BMKG saat ini hanya untuk melaporkan peringatan dini alias early warning system untuk tsunami yang diakibatkan gempa tektonik saja.

Sampai saat ini korban meninggal diperkirakan sebanyak 429 orang, korban luka-luka sebanyak 1.016 orang, 57 orang dinyatakan hilang, dan sebanyak 11.687 orang mengungsi, dan diperkirakan masih akan bertambah. Termasuk 3 anggota band Seventeen yang tewas dan istri sang vocalist.


[Referensi1] [Referensi2] [Referensi3] [Referensi4] [Referensi5] [Referensi6] [Referensi7] [Referensi8] [Referensi9] [Referensi10] [Referensi11] [Referensi12] [Referensi13] [Referensi14] [Referensi15] [Referensi16] [Referensi17] [Referensi18] [Referensi19] [Referensi20] [Referensi21] [Referensi22] [Referensi23] [Referensi24] [Referensi25] [Referensi26] [Referensi27] [Referensi28] [Referensi29] [Referensi30] [Referensi31] [Referensi32] [Referensi33] [Referensi34] [Referensi35] [Referensi36] [Referensi37[Referensi38]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar