Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengungkapkan kekecewaan mendalam atas penyadapan yang dilakukan oleh Australia. Bahkan, Marty menyebut Australia berlaku layaknya "Pacman", semacam permainan video game.
Marty
mempertanyakan apa manfaat dari penyadapan yang dilakukan oleh
Australia, terhadap seorang presiden dan seorang ibu negara untuk bisa
mengamankan kepentingan nasionalnya.
"Ini kan seperti kemampuan teknologi run amok
(tanpa kendali). Karena hanya memiliki kemampuan (itu) seolah seperti
'Pacman', semua diserap," kata Marty, saat menjelaskan pernyataan
Indonesia atas penyadapan Australia, di kantor kementerian luar negeri,
Jakarta, Senin (18/11/2013).
Pernyataan analogi marty, disamakan
dengan tokoh rekaan pacman karena Australia melakukan penyadapan sampai
kepada area pribadi Presiden SBY. Sama seperti game pacman yang sempat
mencuat di medio 80an. Dimana dalam game Tersebut tokoh pacman memakan
semua umpan tanpa terkecuali.
Marty yang terlihat kecewa terus
mempertanyakan apa relevansinya, penyadapan pembicaraan pribadi dengan
keamanan negara. "Silahkan Australia menanyakan pada dirinya sendiri,"
tegas marty.
Sebelumnya, pihak Negeri Kanguru memberikan
pembelaan bahwa dugaan penyadapan yang dilakukan tidak ubahnya seperti
kegiatan pengumpulan informasi. Australia menilai pengumpulan informasi
ini sudah biasa dilakukan oleh setiap negara di dunia.
Atas tindakan Australia ini, Menlu akhirnya memanggil pulang Dubes Indonesia Nadjib Riphat dari Australia. Menurutnya, pemerintah memanggil pulang untuk melakukan konsultasi. Sehingga Indonesia dapat bersikap tegas dan terukur.
Belum
bisa dipastikan Marty sampai kapan Dubes Nadjib akan berada di
Indonesia. Tetapi Menlu mengatakan kepada Dubes Riphat untuk pulang
dengan koper besar, mengindikasikan dirinya akan berada di Tanah Air
cukup lama.
[Sumber]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar